Keadaan Sosial

Masyarakat Kampung Adat Cireundeu memiliki keadaan sosial yang terbuka dengan masyarakat di luar kampung. Terbukti dari sistem kekerabatan atau sistem perkawinan dan mata pencaharian masyarakat Kampung Adat Cireundeu sebagian besar bercocok tanam. Kebanyakan masyarakat Cireundeu tidak suka  merantau atau berpisah dengan orang-orang sekerabatnya. Selain itu, pola pemukiman pada masyarakat adat Cireundeu memiliki pintu samping  yang harus menghadap ke arah timur, ini bertujuan supaya cahaya matahari masuk kedalam rumah. Keadaan sosial ini dapat dilihat dari dua segi, yaitu:

1. Sistem Kekerabatan

Sistem keluarga atau kekerabatan dalam suku Sunda bersifat birateral yaitu garis keturunan ditarik dari pihak ayah dan ibu bersama. Dalam keluarga Sunda, ayah yang bertindak sebagai kepala keluarga. Ikatan kekeluargaan yang kuat dalam suku Sunda sangat mempengaruhi dalam adat istiadat, dalam suku Sunda dikenal adanya pancakaki yaitu sebagai istilah-istilah untuk menunjukan hubungan kekerabatan. Contohnya, pertama, saudara yang berhubungan untuk generasi tujuh ke bawah atau vertikal. Yaitu anak, incu (cucu), buyut/ piut, bao, canggahwareng atau janggawareng, udeg-udeg, kaitsiwur atau gatungsiwur. Kedua, saudara yang  berhubungan tidak langsung dan horizontal seperti anak dari paman, bibi, atau uwak, anak saudara kakek atau nenek, anak saudara dari piut. Ketiga saudara yang berhubungan tidak langsung dan langsung serta vertikal seperti keponakan anak dari kakak, keponakan anak dari adik, dan seterusnya. Adapula istilah sistem kekerabatan lainnya berdasarkan ego, contohnya Ibu dapat disebut Ema, Ma. Sedangkan Bapak disebut Bapa, Apa, Pa. untuk Kakak aki-laki disebut Akang, kang dan untuk Kakak perempuan disebut Ceu, Eceu. Sistem kekerabatan ini merupakan simbol dari tali silaturahmi khas Sunda (pancakaki) ini sesuai dengan ajaran agama yang mengajarkan umatnya untuk menyebarkan keselamatan. Silaturahim juga merupakan salah satu penentu masuk surga dan terciptanya keharmonisan interaksi.

2. Mata Pencaharian Masyarakat

Mayoritas penduduk Kampung Adat Cireundeu bermata pencaharian bertani ketela dan umbi-umbian. Supaya setiap bulan dapat memanen ketela, maka pola tanam disesuaikan dengan usai panen. Setiap masyarakat memiliki 3 hingga 5 petak kebun ketela yang berbeda-beda masa tanamnya. Setiap petak kebun dibuat berbeda masa tanamnya, sehingga pada tiap petaknya akan berbeda masa panennya. Maka sepanjang tahun ladang mereka selalu menghasilkan ketela. Masyarakat Kampung Cireundeu memanfaatkan ketela mulai dari akarnya hingga daunnya, seperti akarnya dapat diolah menjadi rasi (beras singkong), ranggening, opak, cimpring, peyeum atau tape, dan aneka kue berbahan dasar ketela. Batangnya dapat dimanfaatkan menjadi bibit, daunya dapat di jadikan lalapan atau disayur juga dapat dijadikan makanan ternak. Terakhir kulitnya dapat dibuat menjadi makanan olahan, biasanya dijadikan sayur lodeh atau dendeng kulit ketela. Selain untuk dikonsumsi sendiri hasilnya juga dapat dijual pada wisatawan sebagai buah tangan.

Kegiatan Masyarakat Adat Cireundeu Dalam Mengolah Ketela

Dibawah ini cara pembuatan  beras singkong atau Rasi dengan bahan dasar ketela jenis krikil, karena memiliki kandungan kanji lebuh banyak dari ketela jenis lain. Berikut ini tahapan dalam membuatnya, antara lain:

  1. Singkong atau ketela yang telah dipanen di ladang, kemudian di kupas dan di cuci bersih.
  2. Ketela direndam selama satu malam agar racun sianida yang terkandung dalam ketela keluar.
  3. Ketela digiling atau di parut dan tiriskan.
  4. Kemudian ketela di jemur di bawah terik matahari hingga kering.
  5. Terakhir ketela dimasak hingga menjadi beras singkong atau Rasi.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s