Legenda Ketela Menjadi Makanan Pokok

Awal kebiasaan mengkonsumsi ketela sebagai bahan pokok telah menjadi turtun temurun. Para leluhur masyarakat Cireundeu pernah berpesan agar mereka menanam ketela menggantikan padi. Berawal sekitar tahun 1918 ketika sawah-sawah yang ditanami padai mengering dan menyebabkan fuso. Untuk mengantisipasinya para leluhur Kampung Adat Cireundeu menyarankan untuk menanam ketela sebagai penggati padi. Karena ketela dapat ditanam pada saat musim kering maupun musim penghujan.

Masyarakat mulai mengkonsumsi ketela dari tahun 1924 hingga saat ini. Selain itu manfaat lainnya warga Kampung Adat Cireundeu tidak terpengaruh oleh harga bahan pokok yang melambung tinggi. Ketahanan pangan masyarakat Cireundeu telah membuktikan karena pada masa pemerintahaan Orde Baru yang menjadikan beras sebagai bahan pokok yang sangat terkenal sehingga masyarakat yang asalnya mengkonsumsi umbi-umbian beralih menjadi mengkonsumsi beras.

Warga masyarakat Cireundeu biasa memaksimalkan tanaman ketela. Mereka dapat mengolahnya menjadi aci atau sagu dengan cara digiling kemudian diendapkan setelah itu disaring. Produk kedua setelah sagu yaitu ampasnya yang kemudian di jemur dan setelah kering menjadi beras nasi, mereka menyebutnya dengan sebutan rasi atau angeun dalam bahasa Sunda. Itulah yang mereka makan untuk sehari-hari.


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s